Selasa, 22 Januari 2013

Ihram dari Miqat

Cara berpakaian Ihram

Ihram adalah: 

Berniat dari miqat, untuk memulai melaksanakan ibadah Haji atau Umrah. 

Niat Umrah:        

لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ عُمْرَةً     
Labbaika Allahumma 'Umratan

Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk ber-umrah  
atau
نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ ِللهِ تَعاَلىَ

Nawaitul-'Umrota wa-ahromtu biha Lillahi Ta'ala 

Aku niat Umroh dengan ber-Ihram karena Alloh

Dengan berihram, berarti seseorang sudah mulai masuk untuk mengerjakan serangkaian ibadah Haji atau Umrah. 

Pakaian ihram untuk pria: 

Dengan memakai dua helai kain yang tidak berjahit: satu helai dipakai seperti sarung, dan satu lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri hingga ke bawah ketiak sebelah kanan. 

Sedang bagi wanita adalah

Pakaian biasa yang menutup seluruh anggota badan kecuali bagian muka dan telapak tangan dari pergelangan hingga ujung jari-jarinya. 

Disunnahkan memakai pakaian ihram berwarna putih, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Bersamaan dengan selesainya niat dan memakai pakaian ihram, seorang jama’ah hendaklah langsung mengucapkan kalimat talbiyah:


لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ ,إنَّ الحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَك

Labaika Allohumma labaik, Labaika laa syariikalaka labaik, Innalhamda wanni’mata laka wal mulk laa  syariikalak” 

Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milikmu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

Miqat terbagi dua:

1. Miqat Zamani: 

Waktu-waktu pelaksanaan haji; mulai dari awal bulan Syawal sampai tanggal sepuluh bulan Dzulhijjah. 

2. Miqat Makani: 

Tempat ber-ihram yaitu tempat-tempat (tertentu) di mana seseorang yang akan melaksanakan haji atau umrah memulai ihramnya. 

Tempat-tempat tersebut telah ditentukan oleh Rasulullah Saw sesuai dengan arah kedatangan jamaah haji, yaitu: 
  • Dzul Hulaifah Bir ‘Ali, miqat penduduk Madinah atau yang datang dari arahnya.
  • Juhfah, miqat penduduk Syam atau yang datang dari arahnya.
  • Qarnul Manazil, miqat penduduk Nejd atau yang datang dari arahnya.
  • Yalamlam, miqat penduduk Yaman atau yang datang dari arahnya.
Orang yang tidak sampai pada batas-batas miqat tersebut, maka ia ber-ihram dari rumahnya. Demikian pula penduduk Mekkah, mereka ber-ihram dari rumah mereka masing-masing. 

Catatan: 

Untuk jamaah haji Indonesia, bagi gelombang I (yang langsung menuju Madinah lebih dahulu), miqat ihramnya di Bir ‘Ali atau Dzulhulaifah (sama dengan penduduk Madinah). 
Sedang bagi jama’ah haji gelombang II (yang langsung menuju Makkah), miqat ihramnya bisa dilaksanakan di salah satu dari 3 miqat berikut:

1. Asrama Haji Embarkasi
    di Tanah Air.
2. Di atas pesawat udara pada garis 
    sejajar dengan Qarnul Manazil. 
3. Airport King Abdul Aziz Jeddah 
    (berdasarkan fatwa MUI).
  
 Bacajuga: Panduan Umrohlengkap
                 Larangan di waktu Ihram